India Siapkan Misi Pendaratan di Bulan Pada 2018

Badan antariksa India, ISRO, merencanakan untuk meluncurkan misi pendaratan pesawat antariksa miliknya ke bulan pada 2018. Misi ini menggunakan roket Chandrayaan-2.

Hal ini disebutkan oleh Menteri Pembangunan Wilayah Timur Laut India, Dr Jitendra Singh dalam cuitannya minggu lalu (23/10).

Roket Chandrayaan-2 terdiri dari roket pengorbit, roket pendaratan, dan roket penjelajah. Ini adalah misi kedua India ke bulan. Sebelumnya, Chandrayaan-1 telah berhasil mengelilingi bulan pada 2008, seperti dilaporkan The Hindu.

Badan antariksa India menjelaskan bahwa peluncuran ke orbit Bumi akan menggunakan roket GSLV Mark II. Pesawat antariksa yang mengorbit itu lantas akan terbang 100 km di atas permukaan bulan di lokasi pendaratan.

India tengah agresif menggenjot upaya keantariksaannya pada dekade ini. Pada 2013, negara itu meluncurkan Misi Orbit Mars (Mars Orbiter Mission – MOM). Misi ini duiluncurkan untuk misi mendekati orbit Mars dan dilakukan dengan biaya sangat ketat, US$74 juta (sekitar Rp1 miliar), demikian The Register.

Sebelumnya, MOM direncanakan untuk mengorbit selama enam bulan. Tapi ternyata misi ini berhasil mengorbit hingga 1.000 hari (sekitar 2,7 tahun) hingga Juli 2017. Keberhasilan peluncuran roket GSLV Mark III menempatkan India sebagai salah satu negara dengan teknologi roket kelas berat.

Tak cuma itu, badan antariksa India juga berhasil bekerja dengan anggaran yang lebih sedikit dan melakukan hal-hal yang lebih cepat daripada badan-badan antariksa lain yang sudah mapan. Hasil penjelajahan ruang angkasa India ini juga membawa hasil yang berharga bagi para ilmuwan.

ISRO juga mendapat tempat berharga di India. Badan antariksa ini dipandang sebagai bukti dari kembalinya bangsa India sebagai salah satu kekuatan dunia.

Selain ISRO, misi pendaratan bulan lain juga tengah dilakukan oleh perusahaan startup antariksa asal India, TeamIndus. Tim ini berencana untuk membuat penjelajahan permukaan bulan dengan pesawat ruang angkasa. Saat menjelajah, pesawat itu mentransmisikan video high-definition, gambar, dan data kembali ke bumi, demikian Times Of India.

Komentar ditutup.