Diantara Newton, Gravitasi dan Ilmuwan Muslim

Diantara Newton, Gravitasi dan Ilmuwan Muslim

Teman-teman pasti familiar dong dengan gambar di atas. Yaaa…. Gambar atau penalaran ilustrasi gambar di atas kita sudah ketahui dari buku IPA yang kita pelajari waktu SD hingga setidaknya SMA.

Gambar tersebut menceritakan seseorang yang sedang istirahat dengan duduk di bawah pohon apel, tanpa sepengetahuannya buah apel tersebut jatuh tepat di kepalanya. Beberapa versi cerita menceritakan dari buah apel yang jatuh tersebut, orang tersebut kesal dan berpikir. Mengapa buah Apel ini harus jatuh di kepalanya? bukan ke arah samping atau atas? dari pertanyaan inilah muncul pemikiran Gaya Gravitasi dari orang tersebut dan kemudian dunia mengenalnya. Sir Isaac Newton.

Faktanya, Sir Isaac Newton adalah seorang dosen di Cambridge University London, Inggris. Sebagai seorang dosen tentunya mengetahui bahwa pengembangan Ilmu Pengetahuan khususnya Fisika seharusnya melalui tahapan metode ilmiah. Merumuskan masalah, mengumpulkan literatur dari penelitian sebelumnya atau penelitian terkait, dan eksperimen. Namun, darimana Newton menemukan literatur tersebut? sedangkan belum ada penelitian yang terkait dengan gaya gravitasi.

Meskipun Newton bukanlah seorang muslim, tidaklah menutup kemungkinan Newton telah mempelajari teori tersebut dari ilmuwan muslim. Seperti halnya fakta teori heliosentris yang telah saya paparkan sebelumnya, bahwa yang menemukan teori adalah al Haytam, bukanlah Nicolas Copernicus. Sama halnya dengan Newton. Newton hanyalah salah satu yang mendukung dan kemudian mempopulerkan gaya gravitasi tersebut. Lalu siapa yang menemukan teori gaya gravitasi? literatur dari mana ?

Al Hamdani dan Al Khazani adalah penemu gaya gravitasi yang kemudian disempurnakan oleh Abu Raihan Al Biruni.

Gaya gravitasi adalah gaya tarik planet terhadap benda-benda yang berada disekitarnya. Akibat dari gaya gravitasi tersebut, (dalam penalaran) manusia ataupun makhluk hidup yang berada di bagian bawah bumi tidak jatuh keluar angkasa akibat tertarik gaya gravitasi bumi. Begitu pun benda-benda yang jatuh, sudah dipastikan akan jatuh ke bawah. Kemudian akibat dari gaya gravitasi, matahari menjadi pusat tata surya, pusat peredaran semua benda langit karena memiliki gaya gravitasi paling besar diantara benda langgit lainnya.

Namun, dari mana Al Hamdani dan Al Khazani mendapatkan pemikiran seperti ini? ternyata Al Hamdani dan Al Khazani mendapatkan pemikiran ini dari Ayat-ayat suci Al Qur’an. Al Qur’an sudah menjelaskan terlebih dahulu. Salah satunya di Surat Al Qari’ah ayat 1 -5.

“Hari kiamat. Apakah hari kiamat itu? Dan tahukah kamu apakah dari kiamat itu? Pada hari itu manusia seperti kupu-kupu yang bertebaran, dan gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan.” (QS. Al Qariah : 1-5)

Dalam ayat ini kita bisa mengetahui, bahwa saat kita hidup saat ini, kita masih bisa menginjak bumi dengan keseimbangan dan tekanan yang normal, karna besar gravitasi sekitar 10 m/s2. Kita bisa membandingkannya dengan gravitasi bulan yang hanya 0,6 m/s2. Oleh karena itu, astronout yang menginjak kaki di bulan pasti akan mengalami kesulitan dan dapat mengambang di atas permukaan bulan tersebut. Nah, sekarang kita bayangkan pada hari kiamat, gaya gravitasi akan hilang, tentu kita akan berhamburan seperti kupu-kupu yang bertebaran.

Kemudian Al Qur’an juga menjelaskan setiap benda yang jatuh, pasti akan jatuh ke bawah, seperti yang tertera dalam Surat Al A’raf ayat 84.

“Dan kami hujani mereka dengan hujan (batu). Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang yang berbuat dosa itu.” (QS. Al A’raf : 84)

Dari ayat ini kita juga bisa mengetahui bahwa “mereka (kau nabi luth)” yang berada di bumi di hujani batu dari langit. Yang artinya setiap benda yang jatuh akan selalu jatuh ke bawah karna tertarik oleh gaya gravitasi. Dan masih banyak ayat lain, yang Allah jelaskan tentang teori gravitasi ini, diantaranyaSurah Al Qamar ayat 9-17, Surah Asy Syu’ara ayat 123-140, dan Surat Al Haqqah ayat 1-7.

كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ ٱللَّهُ لَكُمُ ٱلْءَايَٰتِ لَعَلَّكُمْ تَتَفَكَّرُونَ…….

“…….Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir”(QS. Al Baqarah : 219)

Nabi Muhammad SAW menyampaikan wahyu Allah SWT tentang fenomena gravitasi saat terjadinya hari kiamat. (Q.S. Al-Qoriah:1-5), (Q.S.Al-Muzzammil:14), (Q.S.Az-Zalzalah:1-2), (Q.S.Al-Insyiqaq:3-4), (Q.S.Al-Waqiah:4-6). Semua penjelasan tersebut di atas diterima oleh Nabi Muhammad SAW saat Al-Qur’an diturunkan oleh Allah SWT. Waktu turunnya Al-Qur’an tersebut sampai waktu Newton menjelaskan kembali konsep dan hukum gravitasi itu dalam buku principia adalah sangat jauh sekali beda waktunya. Selisih waktu dari Al-Qur’an turun sampai kepada zaman Newton adalah lebih dari seribu tahun lamanya (lebih 1000 tahun).

Rasulullah Nabi Muhammad SAW menyampaikan Wahyu Allah SWT pada peristiwa kiamat itu dengan gravitasi dan jika kita perbandingkan peristiwa tersebut dengan analisa Fisika sudah pada pemikiran tingkatan evaluasi. Berdasarkan teori berpikir manusia menurut taksonomi bloom ; tidak pada taraf berfikir rendah lagi seperti; Ingatan(C1), Pemahaman (C2) atau Aplikasi (C3) tetapi sudah pada tingkat pemikiran yang tinggi yakni tingkat Analisa (C4), Sintesa (C5), Evaluasi (C6). Sedangkan apabila kita telusuri sejarahnya Rasulullah Muhammad SAW itu bukanlah seorang ilmuwan dan itulah tanda serta bukti bahwa Al-Qur’an itu benar dan sungguh benar berisi wahyu Allah SWT.

Berdasarkan analisa Fisika diatas melalui penalaran yang rasional dapat kita simpulkan bahwa ; Memang sungguh benar Al-Qur’an, sungguh benar Al-Qur’an itu berisi wahyu dari Allah SWT dan diturunkan kepada Rasul-Nya Nabi Muhammad SAW. Sungguh Al-Qur’an itu berisi petunjuk dan sumber ilmu serta tidak ada keraguan lagi padanya dari Allah Yang Maha Pencipta.
Apabila kita simak dengan mendalam masalah diatas berdasarkan teori berpikir manusia menurut taksonomi bloom ; Ingatan, Pemahaman , Aplikasi , Analisa, Sintesa, Evaluasi, dapat kita pahami bahwa Rasulullah menjelaskan peristiwa kiamat sudah pada tingkat evaluasi atau tingkat berfikir tertinggi. Tingkat evaluasi maksudnya karena pada ayat-ayat Al-Qur’an tersebut sudah menjelaskan “ jika gravitasi sudah tidak ada maka manusia dan gunung berterbangan, bumi mengeluarkan isinya yang berat, dan sebagainya. Jadi Rasulullah Nabi Muhammad SAW menjelaskan peristiwa kiamat itu dengan konsep gravitasi sudah pada pemikiran tingkatan evaluasi. Apabila kita telusuri sejarahnya Rasulullah itu bukanlah seorang ilmuwan dan itulah bukti bahwa Al-Qur’an itu benar, …..Sungguh..sungguh Maha Benar Allah SWT dengan segala Firman-Nya.

Rasional manusia tentang kehancuran ; banjir, hujan batu dan gempa dasyat dimana bangunan runtuh kebawah, pohon tumbang, tanah rengkah seperti rasional gempa saat ini. Tetapi berita kehancuran (kiamat) di jelaskan oleh Nabi Muhammad SAW dalam Al-Qur’an, diluar rasional dan diluar logika manusia saat itu. Berita kiamat tersebut adalah manusia seperti anai-anai terbang, gunung-gunung seperti kapas berterbangan, Bumi mengeluarkan isinya yang berat dan menjadi kosong. Semua peristiwa tersebut dalam fisika ada kaitannya dengan Gravitasi. Allah swt menjelaskan dalam firmanNya keadaan manusia, gunung-gunung ketika hari kiamat. Hal tesebutlah sesuai dengan yang diungkapkan oleh pakar fisika saat ini, dimana gambaran disaat hari kiamat itu gravitasi hilang.

Manusia dapat mempelajari lebih lanjut bagaimana gravitasi itu, misalnya gaya gravitasi, medan gravitasi, hukum gravitasi, kelengkungan ruang dan waktu gravitasi, variasi percepatan gravitasi, perubahan gaya dan medan graviasi, serta keruntuhan gravitasi dan sebagainya. Tetapi yang perlu diingat bahwa manusia tidak memiliki ilmu tentang kapan gravitasi itu akan hilang dari alam semesta..?, dan kapan terjadinya hari kiamat..?, yang jelas pasti terjadi. Allah swt telah memastikan terjadinya kiamat itu di dalam Al-Qur’an “Sesungguhnya hari kiamat pasti akan datang, tidak ada keraguan tentang kiamat itu, akan tetapi kebanyakan manusia tidak beriman”( Q.S.Al-Mu’min:59).

Adanya sebagian manusia yang mengatakan bahwa kiamat itu terjadi pada hari dan tanggal ini dan itu, hal tersebut merupakan tanda-tanda pada diri mereka itu kekafiran. Kita sebagai muslim tidak perlu terpengaruh, karena yang demikian itu merupakan ujian keimanan bagi kita, yang pasti hanya Allah swt yang Maha Mengetahui kapan terjadinya.

Komentar ditutup.