Bumi Memutari Matahari atau Matahari Memutari Bumi?

model matahari sebagai pusat tata surya (heliosentris) inilah yang coba diajukan Nicolaus Copernicus dari Polandia pada abad keenam belas masehi. Copernicus berusaha mendobrak pengetahuan (bahwa matahari, bintang, bulan mengelilingi bumi) yang udah bertahan selama kurang lebih 1800 tahun! Gile ga tuh? Walaupun begitu, Copernicus ga berani terang-terangan bilang tentang model yang dia ajukan karena dia sendiri adalah seorang pendeta, sedangkan Gereja saat itu menganut model Ptolomeus-Aristoteles (Bumi sebagai pusat benda-benda langit).

Copernicus awalnya menyebarkan gagasannya sekitar tahun 1514 dalam sebuah naskah 40 halaman berjudul Commentariolus secara anonim ke temen-temen deketnya aja. Model Copernicus langsung membuktikan diri jauh lebih akurat daripada model Ptolomeus dan segera menyebar di kalangan intelektual Eropa. Di tahun 1543, beberapa saat sebelum dia meninggal, Copernicus pun berhasil menyelesaikan naskahnya secara lengkap dengan judul On the Revolutions of the Heavenly Spheres.

Perbandingan model jika matahari diasumsikan sebagai pusat Tata Surya (Heliocentrism) dengan asumsi jika Bumi sebagai pusat Tata Surya (Geocentrism)

1) QS. Al-Maidah ayat 3: “….Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Kucukupkan kepadam nikmat-Ku, dan telah Kuridhoi Islam itu sebagai agama bagimu…”

2) Hadist Riwayat Thobroni dalam al-Kabir dengan sanad Shahih. Berkata Abu Dzar ra:”Rasululah saw meninggalkan kami, dan tidaklah terdapat seekor burung yg mengepakkan kedua sayapnya di angkasa melainkan beliau telah menyebutkan ilmunya kepada kami.”

 

Iklan

Komentar ditutup.